Berita Terbaru :

Senin, 02 Mei 2011

Arti dan Asal Mula Kata "BATAK"

Sejarahwan Unversitas Negeri Medan (Unimed) Phill Ichwan Azhari menyampaikan hasil penelitiannya di Jerman terkait etimologi (asal-usul kata) dan genealogi (asal-usul garis turunan) Batak. Simpulan Ichwan: Batak bukan berasal dari Batak sendiri, tapi dikonstruksi para musafir barat dan dikukuhkan misionaris Jerman yang datang ke tanah Batak sejak tahun 1860-an. Benarkah demikian?

Ilmuwan Batak yang juga Guru Besar Departemen Sejarah Unimed Prof Bungaran A Simanjuntak sedikit ‘gerah’ dengan publikasi Ichwan itu. Menurut Bungaran, tak perlu terlalu meyakini arsip-arsip di Jerman. “Belum tentu arsip-arsip di sana merupakan arsip yang valid, perlu dikonfirmasi ulang. Saya rasa kita tidak perlu terlalu menghebat-hebatkan arsip yang ada di sana,” katanya via telepon seluler, Kamis (18/11) lalu.

Bungaran menegaskan, asal-usul nama etnik Batak merupakan hasil dari budaya maupun sejarah di Sumut. “Batak merupakan satu kata dari bahasa Batak sendiri yang artinya penunggang kuda. Dari sisi inilah nama Batak ini muncul. Nama ini sudah sejak lama ada,” katanya.

Menurutnya, etnis Batak merupakan ras Mongolia Mansuria. “Awalnya kurang lebih 5000 tahun lalu, tentara Mongol berperang dengan bangsa Tar-tar, terpojok dan kemudian lari menuju Indonesia Bagian Timur melalui China. Para tentara Mongol ini pada saat itu mengendarai kuda, dan masyarakat di daerah Indonesia Bagian Timur (saat itu belum beretnis Batak) menamai tentara Mongol ini dengan ’Batak.’ Itulah awal nama etnik Batak,” tutur Bungaran.

Bukan Hal Baru

Bagi sebagian orang, hasil penelitian Ichwan itu mungkin mengejutkan. Tapi bagi sebagian lain, ini polemik yang sudah ‘basi’, sebab sudah sejak awal abad ke-20 pengertian dan asal kata Batak dipolemikkan. Sebutan atau perkataan Batak sebagai nama satu etnis di Indonesia, misalnya, sudah dibicarakan dalam beberapa penerbitan surat kabar pada tahun 1900-an. Sejumlah penulis ketika itu sudah berdebat, apa sesungguhnya pengertian kata (nama) Batak dan dari mana asal muasal kata itu?

Di suratkabar Pewarta Deli No. 82 tahun 1919, misalnya, polemik terjadi antara seorang penulis yang memakai nama samaran “Batak na so Tarporso” dengan J Simanjutak. Polemik yang sama terjadi di suratkabar keliling mingguan yang diterbitkan HKBP pada edisi tahun 1919 dan 1920.

Seorang penulis memakai inisial “JS” dalam tulisan pendeknya di suratkabar Immanuel edisi 17 Agustus 1919, akhirnya tampil sebagai penengah di antara silang pendapat yang ada. JS mengutip buku berjudul “Riwayat Poelaoe Soematra” karangan Dja Endar Moeda yang terbit tahun 1903, ada halaman 64 menulis: “Adapoen bangsa yang mendoedoeki residentie Tapanoeli itoe, ialah bangsa Batak namanya. Adapoen kata “Batak” itoe pengertiannya : oerang pandai berkuda. Masih ada kata Batak yang terpakai, jaitoe “mamatak”, yang artinya menaiki koeda. Kemoedian hari orang perboeatlah kata itoe djadi kata pemaki (plesetan) kepada bangsa itoe…

Berdasarkan sejumlah referensi, umumnya kata Batak menyiratkan defenisi tentang keberanian atau keperkasaan. Menurut Ambrosius Hutabarat dalam catatannya di suratkabar Bintang Batak tahun 1938, pengertian Batak adalah orang yang mahir menaiki kuda, memberi gambaran pula bahwa suku itu dikenal sebagai suku yang berjiwa keras, berani, perkasa. Kuda merupakan perlambang kejantanan, keberanian di medan perang, atau kegagahan menghadapi bahaya/rintangan.

Bahkan, salah seorang pemikir Batak ketika itu, Drs. DJ. Gultom Raja Marpodang menulis teori bahwa suku Batak adalah sai-Batak Hoda yang artinya suku pemacu kuda. Asal-usul suku Batak berdasarkan teori adalah pendatang dari Hindia Belanda (sekitar Asia Tenggara sekarang), masuk ke pulau Sumatera pada masa perpindahan bangsa-bangsa di Asia.

Drs DJ Gultom bahkan bersusah payah melakukan serangkaian penyelidikan intensif seputar arti kata Batak dengan membaca sejarah, legenda, mitologi, termasuk wawancara dengan orang-orang tua, budayawan dan tokoh adat. Beberapa perkataan “batak” antara lain ditemukan dalam hampir seluruh bahasa sub etnis Batak mulai Pak-pak, Karo, Simalungun, Mandailing dan Toba, yang pada umumnya bermakna heroik, tidak negatif. Berbagai penjelasan itu disampaikan untuk meluruskan anggapan seolah-olah ‘Batak’ adalah suatu aliran/kepercayaan tentang suatu agama yang dikembangkan pihak tertentu mendiskreditkan citra orang Batak ketika itu.

Namun dalam pemeriksaan Ichwan terhadap arsip-arsip di Jerman, penelusuran data di KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde atau the Royal Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies) di Belanda, sama sekali tidak ada penjelasan tentang defenisi Batak sebagai penunggang kuda, yang kemudian diplesetkan sehingga menjadi sangat peyoratif terhadap identitas kebatakan.

Pada sumber-sumber manuskrip Melayu klasik, memang ditemukan kata Batak di kalangan orang Melayu di Malaysia, tetapi sebagai label untuk penduduk yang tinggal di rimba pedalaman semenanjung Malaka. Tidak hanya di Malaysia, di Filipina juga penduduk pesisir menyebut penduduk pedalaman dengan streotip atau label negatif sebagai Batak. Tak mengherankan peneliti Batak asal Belanda bernama Van der Tuuk, pernah risau dan mengingatkan para misionaris Jerman agar tidak menggunakan Batak untuk nama etnik karena imej negatif pada kata itu.

“Di Malaysia dan Filipina penduduk yang diberi label Batak tidak mau menggunakan label merendahkan itu menjadi nama etnik mereka. Di Sumatera Utara label itu terus dipakai karena peran misionaris Jerman dan pemerintah kolonial Belanda yang memberi konstruksi dan makna baru atas kata itu,” katanya.

Dalam peta-peta kuno itu, baik peta bata lander yang dibuat peneliti Jerman Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn, maupun peta-peta lain sebelum dan setelah peta Junghuhn dibuat. kata bata lander hanya digunakan sebagai judul peta tapi di dalamnya hanya nampak lebih besar dari judulnya nama-nama seperti Toba, Silindung, Rajah, Pac Pac, Karo, dan tidak ada nama batak sama sekali. Dalam salah satu peta kata Batak di dalam peta digunakan sebagai pembatas kawasan Aceh dengan Minangkabau.

Bermula dari Daniel Perret

Menurut salah seorang pengamat Kebatakan, Thompson Hs, penelitian Ichwan Azhari itu terkait dengan isu tentang Batak yang dilontarkan Daniel Perret dalam bukunya berjudul Kolonialisme dan Etnisitas Batak dan Melayu di Sumatera Timur Laut. Buku tersebut sudah diseminarkan oleh PUSSIS pimpinan Ichwan Azhari sendiri.
Dalam buku Daniel Perret, semua istilah Batak dicatat dalam tanda petik dan identifikasi “batak” dalam setting kolonial waktu itu merupakan bagian dari dikotomi antara melayu yang dianggap beradab melalui kesultanan dan keislamannya dan posisi orang-orang “batak” yang belum menganut Islam yang dianggap stereotip dari orang-orang yang tidak beradab.

“Peta dikotomi ini saya kira yang ingin diungkapkan kembali oleh Ichwan Azhari tanpa mengungkap posisi Melayu di Sumatera Utara. Kita tunggu saja sambungan penelitiannya,” ujar Thompson.

Menurut Thompson, hasil penelitian Ichwan itu juga terkait dengan kepentingan isu Batak yang diperdebatkan lagi oleh sebagian orang Karo belakangan ini. Dalam sebuah diskusi di Padangbulan baru-baru ini, identitas Karo dalam kaitannya dengan Batak, kembali digugat. Gugatan muncul dari seorang antroplog Karo, Juara Ginting. Juara mempertanyakan kembali latarbelakang kata Batak disematkan pada suku Karo. Menurut Juara, tak ada kaitan antara Batak dengan Karo. Juara tak setuju jika Karo dianggap Batak, sebab Karo punya standar adat-istiadat yang mandiri. Kalaupun ada kemiripan tidak bisa langsung diklaim, harus dilihat dari banyak sisi.

“Tentu saja orang Karo tidak harus menjadi Batak. Itulah mungkin dasar lain di samping argumen Juara Rimanta Ginting yang mengambil catatan-catatan lama secara umum. Lalu orang Toba sendiri juga bisa juga menganggap dirinya bukan orang Batak. Mamun masalahnya bukan di situ,” kata Thompson.

Masyarakat Mandailing juga menolak disebut Batak. Sebab Mandailing sudah diketahui sejak abad ke-14, menunjukkan adanya satu bangsa dan wilayah bernama Mandailing. Nama Mandailing tercatat dalam kitab Nagarakretagama yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365 M.

Tapi ‘Batak’ sama sekali tidak disebut dalam kitab tersebut. Nama Batak itu sendiri tidak diketahui asal-usulnya. Ada yang berpendapat istilah Batak itu digunakan oleh orang pesisir seperti orang Melayu untuk memanggil orang di pedalaman Sumatra, Batak, sepertimana orang Melayu memanggil ‘orang asli’, Sakai dan Jakun.

Saat Belanda menguasai kesultanan-kesultanan Melayu, mereka bukan saja memasukkan kesultanan-kesultanan tersebut ke dalam sistem kolonial, tapi juga mengambil-alih pemisahan Batak-Melayu. Belandalah yang kemudian membatakkan bangsa/umat Mandailing dalam persepsi, tanggapan, tulisan-tulisan, dan sensus administratif Belanda.
Kembali ke hasil penelitian Ichwan. Menurutnya, konsep Batak dari misionaris Jerman semula digunakan kelompok masyarakat di kawasan Tapanuli Utara, tapi lebih lanjut dipakai Belanda menguatkan cengekraman ideologi kolonial.

Perlahan-lahan konsep Batak itu meluas dipakai Belanda termasuk sebagai pernyataan identitas oleh penduduk di luar daerah Toba. Peneliti Belanda kemudian merumuskan konsep sub suku batak dalam antropologi kolonial yang membagi etnik Batak dalam beberapa sub suku seperti sub suku Batak Toba, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Simalungun serta Batak Pak Pak.

 
(Hariansumutpos-Panda MT Siallagan/saz)

12 comments:

  1. lae tinggal link jo da http://bookind.co.cc
    MArga silitonga do au lae!!
    Salam Batak
    horas!~!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  2. Henri PK. Manurung28 Agustus 2011 23.18

    makin seru ini bicara soal asal usul BATAK, tapi apapun hasilnya itu yg penting Kita harus menghargai hasil penelitian ilmiah tanpa harus merasa terusik satu sama lain.

    BalasHapus
  3. Ada sbagian mengatakan
    Batak aerasal dr kata
    Ba = batu
    Tak = disembah....
    Artinya suku yg menyembah batak

    BalasHapus
  4. setahu saya kata BATAK berasal dari orang pertama yang mendiami tanah batak yaitu Si Raja Batak. dari situlah asal mula nama BATAK berasal.

    mampir sekali sekali ke web kita
    InSight MarkComm - We design and make you look AWESOME!

    BalasHapus
  5. Kalau tak silap... Batak adalah sekumpulan orang/masyarakat yang bermukim di daerah sekitar pesisir atau wilayah yg tak terlalu jauh dari laut, tapi akhirnya mereka menyingkir jauh ke pedalaman... ke hutan, lembah dan gunung karena tidak setuju dengan adanya faham baru di tempat lamanya, sehingga mereka mencari lokasi kehidupan baru. Masyarakat yang menyingkir dari sesuatu yang mereka tidak kehendaki.

    BalasHapus
  6. Horas...Barita ni sikkola gerep, Semua Manusia Berhak Mengatakan Pendapat Masing-Masing,Tentang Sesuatu apapun yang ada/ujut di atas Bumi ini. Tapi kita harus tau, Manusia hanya Dapat Mengatakan apa yang dia lihat dan apa yang tau. Uppasa ni Opputta si jolo-jolo tubui, IJUK DI PARA, HOTANG DI PARLABIAN, NABISUK NAPPUNA HATA,NAOTO TU PARGADISAN. Jadi kalau orang lain bodoh, jangan pula kita ikut bingung, karena apa yang di katakan mereka ini, tidak akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Satu kenyataan yang pasti,kenapa di katakan BATAK, Karo, Simalungun,Toba, Mandailing,Dairi, Akkola.
    Semua suku ini adalah sutu rumpun, sebelum datang Pedagang, Penjajah,dan Penyebar Ugama. Di sini kita sudah dapat mengetahui, kebenaran yang sebenar-benarnya. PEDANGANG DATANG BERDANGANG DENGAN SIAPA, PENJAJAH DATANG MENJAJAH SIAPA, DAN PENYEBAR UGAMA DATANG MEMBAWA BERITA DEGAN SIAPA DIA MEMBERITAKAN BERITA BAIK, KALAU MEMANG ORANG LUAR YANG MEMBUAT NAMA BATAK, TIDAK AKAN TERJADI HABATAHON. HABATAHON INILAH YANG MENJADIKAN, TIGA UNSUR MENJADIKAN MANUSIA AGUNG SESUAI DI JAMANNYA. MANUSIA, NAMARADAT- NAMARUHUM- NAMAR HAPORSEAON, TU OPPUTTA MULAJADI NA BOLON. PENCIPTA SELURUH ALAM DAN SEGALA ISINYA. Kita orang BATAK harus tau, karena apa kita goari BATAK, Karena ADAT DALIHAN NATOLU,NATOLU SADA PANDOHAN, SUDEDO HITA GABE RAJA,DOHOT BARU NI RAJA. Oleh karena inilah siapa saja yang masuk ke tanah BATAK, akan menjadi orang BATAK, Kalau masuk tanah karo menjadi BATAK KARO,kalau masuk ke mandailing menjadi BATAK MANDAILING,sesuai di jamannya. Sekarang sudah jaman maju, Dunia tanpa sempadan, Apa saja kemahuan manusia bisa di katakan . Sama-samalah kita merenunginya. Horas...

    BalasHapus
  7. Memang orang melayu di nusantara menamakan suku suku pedalaman terisolasi dan tertinggal dgn sebutan orang batak.

    BalasHapus
  8. Memang orang melayu di nusantara menamakan suku suku pedalaman terisolasi dan tertinggal dgn sebutan orang batak.

    BalasHapus
  9. Memang orang melayu di nusantara menamakan suku suku pedalaman terisolasi dan tertinggal dgn sebutan orang batak.

    BalasHapus
  10. Bangso Batak Nuli: Saya orang Batak yang tinggal di Tanah Melayu. Saya dapat merasa dan memahami siapa itu Batak, saya pernah dengar orang Melayu menakutkan anak2 yang sedang bermain di halaman rumah di waktu sore/magrip. Jaga orang Batak datang, anak2 berlari masuk kerumah,Nama yang paling di takuti. Kalau di tanah Batak, orang tua menakutkan anak2, jaga MINING sudah datang. anak2 pasti cepat berlari masuk ke dalam rumah. Kalau orang Batak memanggil nama Melayu,Sileban. Karena tidak mempunyai Marga dan Adat Dalihan na Tolu.Ini semua tidak akan bisa menentukan,siapa itu Batak!.......dan kenapa ada Batak!....... berasal di Tanah Batak!.......Di Nusantara ini banyak lagi suku2 yang tinggal Pedalaman, tidak mengenal arti sebenar Kemerdekaan,siapa yang membuat nama mereka ini. Orang Sakai,Orang Bunian, Orang Asli,Orang Papua, Orang Dayak,DLL Kita tanya sama ICHWAN AZHARI,dia bisa tau kerena sudah sampai ke Negara Jerman,hanya mencari asal usul Bangso Batak Nauli. Sebelum datang Se Ekor/se orang Manusia LUAR,ke Nusan-tara ini, sudah ada Manusia yang menghuni tanah Batak,inilah yang di namakan Manisia, Pinoppar/ Keturunan ni si Birong Mata/Manisia Mata Hitam. Di Jaman Purba ini,belum ada lagi suku Bangsa di Nusantara ini. Menggunakan Bahasa Purba,menjadi Bahasa Kuno, Menjadi Bahasa Melayu Tua/Bahasa baku, Bangso Batak lah yang paling banyak mema- kai Bahasa ini. Inilah menjadi Bahasa ANDUNG2. Sesudah Jaman ini,terjadilah Peredaran Jaman. Terjadilah SUKU2 BANGSA YANG MENGHUNI NUSANTARA MARMULAMA HABATAHON,JOLMA NAMARHAPORSEAON TU MULAJADI NABOLON,SITOPPA SALUHUT PANGISI NI PORTIBION. MARHITE HAMALIMON TARIDA MA PANGISI NI (1 BANUA GINJANG)(2 PANGISINI BANUA TONGA) (3 PANGISINI BANUA TORU) SIAN HABATAHON DOHOT HAMALIMON MAMULA MA BANGSO BATAK NAULI,MARGOAR MA OPPUTTA SI RAJA BATAK, SI JALO PODA, SIAN MULA JADI NABOLON,MANDAPOT TIGA UNSUR MENJADIKAN MANUSIA AGUNG SESUAI DI JAMANNYA. OPPUTA SI RAJA BATAK,1 NAMARADAT,2 NAMARUHUM,3 NAMARHAPORSEAON. MOLO DI ADAT,1 MANAT MARDONGAN TUBU,2 SOMBA MARHULA-HULA,3 ELEK MA DOHOT MARBORU. MOLO DI UHUM,1 UTTAGON MANGALLANG DARIPADA DI ALLANG. 2 ............. 3 ............MOLO DI HAPOSEAON 1 SUDE AKKA NATUBU,DOHOT SUDE AKKA NA ADONG DI PORTIBION,2 ............ 3 ............ Tiga unsur inilah menentukan hidup Manusia sejagat. Mangihutton Haporseaon sian Habatahon. Horas...

    BalasHapus
  11. Bangso Batak Nuli: Saya orang Batak yang tinggal di Tanah Melayu. Saya dapat merasa dan memahami siapa itu Batak, saya pernah dengar orang Melayu menakutkan anak2 yang sedang bermain di halaman rumah di waktu sore/magrip. Jaga orang Batak datang, anak2 berlari masuk kerumah,Nama yang paling di takuti. Kalau di tanah Batak, orang tua menakutkan anak2, jaga MINING sudah datang. anak2 pasti cepat berlari masuk ke dalam rumah. Kalau orang Batak memanggil nama Melayu,Sileban. Karena tidak mempunyai Marga dan Adat Dalihan na Tolu.Ini semua tidak akan bisa menentukan,siapa itu Batak!.......dan kenapa ada Batak!....... berasal di Tanah Batak!.......Di Nusantara ini banyak lagi suku2 yang tinggal Pedalaman, tidak mengenal arti sebenar Kemerdekaan,siapa yang membuat nama mereka ini. Orang Sakai,Orang Bunian, Orang Asli,Orang Papua, Orang Dayak,DLL Kita tanya sama ICHWAN AZHARI,dia bisa tau kerena sudah sampai ke Negara Jerman,hanya mencari asal usul Bangso Batak Nauli. Sebelum datang Se Ekor/se orang Manusia LUAR,ke Nusan-tara ini, sudah ada Manusia yang menghuni tanah Batak,inilah yang di namakan Manisia, Pinoppar/ Keturunan ni si Birong Mata/Manisia Mata Hitam. Di Jaman Purba ini,belum ada lagi suku Bangsa di Nusantara ini. Menggunakan Bahasa Purba,menjadi Bahasa Kuno, Menjadi Bahasa Melayu Tua/Bahasa baku, Bangso Batak lah yang paling banyak mema- kai Bahasa ini. Inilah menjadi Bahasa ANDUNG2. Sesudah Jaman ini,terjadilah Peredaran Jaman. Terjadilah SUKU2 BANGSA YANG MENGHUNI NUSANTARA MARMULAMA HABATAHON,JOLMA NAMARHAPORSEAON TU MULAJADI NABOLON,SITOPPA SALUHUT PANGISI NI PORTIBION. MARHITE HAMALIMON TARIDA MA PANGISI NI (1 BANUA GINJANG)(2 PANGISINI BANUA TONGA) (3 PANGISINI BANUA TORU) SIAN HABATAHON DOHOT HAMALIMON MAMULA MA BANGSO BATAK NAULI,MARGOAR MA OPPUTTA SI RAJA BATAK, SI JALO PODA, SIAN MULA JADI NABOLON,MANDAPOT TIGA UNSUR MENJADIKAN MANUSIA AGUNG SESUAI DI JAMANNYA. OPPUTA SI RAJA BATAK,1 NAMARADAT,2 NAMARUHUM,3 NAMARHAPORSEAON. MOLO DI ADAT,1 MANAT MARDONGAN TUBU,2 SOMBA MARHULA-HULA,3 ELEK MA DOHOT MARBORU. MOLO DI UHUM,1 UTTAGON MANGALLANG DARIPADA DI ALLANG. 2 ............. 3 ............MOLO DI HAPOSEAON 1 SUDE AKKA NATUBU,DOHOT SUDE AKKA NA ADONG DI PORTIBION,2 ............ 3 ............ Tiga unsur inilah menentukan hidup Manusia sejagat. Mangihutton Haporseaon sian Habatahon. Horas...

    BalasHapus
  12. Bangso Batak Nuli: Saya orang Batak yang tinggal di Tanah Melayu. Saya dapat merasa dan memahami siapa itu Batak, saya pernah dengar orang Melayu menakutkan anak2 yang sedang bermain di halaman rumah di waktu sore/magrip. Jaga orang Batak datang, anak2 berlari masuk kerumah,Nama yang paling di takuti. Kalau di tanah Batak, orang tua menakutkan anak2, jaga MINING sudah datang. anak2 pasti cepat berlari masuk ke dalam rumah. Kalau orang Batak memanggil nama Melayu,Sileban. Karena tidak mempunyai Marga dan Adat Dalihan na Tolu.Ini semua tidak akan bisa menentukan,siapa itu Batak!.......dan kenapa ada Batak!....... berasal di Tanah Batak!.......Di Nusantara ini banyak lagi suku2 yang tinggal Pedalaman, tidak mengenal arti sebenar Kemerdekaan,siapa yang membuat nama mereka ini. Orang Sakai,Orang Bunian, Orang Asli,Orang Papua, Orang Dayak,DLL Kita tanya sama ICHWAN AZHARI,dia bisa tau kerena sudah sampai ke Negara Jerman,hanya mencari asal usul Bangso Batak Nauli. Sebelum datang Se Ekor/se orang Manusia LUAR,ke Nusan-tara ini, sudah ada Manusia yang menghuni tanah Batak,inilah yang di namakan Manisia, Pinoppar/ Keturunan ni si Birong Mata/Manisia Mata Hitam. Di Jaman Purba ini,belum ada lagi suku Bangsa di Nusantara ini. Menggunakan Bahasa Purba,menjadi Bahasa Kuno, Menjadi Bahasa Melayu Tua/Bahasa baku, Bangso Batak lah yang paling banyak mema- kai Bahasa ini. Inilah menjadi Bahasa ANDUNG2. Sesudah Jaman ini,terjadilah Peredaran Jaman. Terjadilah SUKU2 BANGSA YANG MENGHUNI NUSANTARA MARMULAMA HABATAHON,JOLMA NAMARHAPORSEAON TU MULAJADI NABOLON,SITOPPA SALUHUT PANGISI NI PORTIBION. MARHITE HAMALIMON TARIDA MA PANGISI NI (1 BANUA GINJANG)(2 PANGISINI BANUA TONGA) (3 PANGISINI BANUA TORU) SIAN HABATAHON DOHOT HAMALIMON MAMULA MA BANGSO BATAK NAULI,MARGOAR MA OPPUTTA SI RAJA BATAK, SI JALO PODA, SIAN MULA JADI NABOLON,MANDAPOT TIGA UNSUR MENJADIKAN MANUSIA AGUNG SESUAI DI JAMANNYA. OPPUTA SI RAJA BATAK,1 NAMARADAT,2 NAMARUHUM,3 NAMARHAPORSEAON. MOLO DI ADAT,1 MANAT MARDONGAN TUBU,2 SOMBA MARHULA-HULA,3 ELEK MA DOHOT MARBORU. MOLO DI UHUM,1 UTTAGON MANGALLANG DARIPADA DI ALLANG. 2 ............. 3 ............MOLO DI HAPOSEAON 1 SUDE AKKA NATUBU,DOHOT SUDE AKKA NA ADONG DI PORTIBION,2 ............ 3 ............ Tiga unsur inilah menentukan hidup Manusia sejagat. Mangihutton Haporseaon sian Habatahon. Horas...

    BalasHapus

Mohon tinggalkan komentar terbaik anda, kiranya dapat membatu untuk membangun blogsite ini !